25.6 C
Medan
18 May 2024
KORAN MEDAN
Home | Tingkatkan Produktifitas Ternak, Dosen USU Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Silase Biomassa dari Limbah Ubi Kayu
Laporan Khusus

Tingkatkan Produktifitas Ternak, Dosen USU Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Silase Biomassa dari Limbah Ubi Kayu

Visits: 2

Tingkatkan Produktifitas Ternak, Dosen USU Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Silase Biomassa dari Limbah Ubi Kayu


Tim Pengabdian Masyarakat USU foto bersama usai melakukan pengabdian di Desa Talun Kenas.

DELISERDANG: koranmedan.com

Sejumlah Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) baru-baru ini melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Talun Kenas Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang. Tim pelaksana Pengabdian memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan biomassa limbah tanaman ubi kayu yang terdiri dari daun, batang dan kulit ubi kayu sebagai pakan bagi ternak.

Limbah tanaman ubi kayu tersebut masih memiliki kandungan zat nutrisi yang dapat digunakan sebagai pakan ternak tetapi kendati masih mengandung zat anti nutrisi berupa senyawa asam sianida (HCN). Oleh sebab itu dalam pemanfaatannya perlu penerapan teknologi fermentasi dengan pembuatan pakan silase. Pengolahan ini akan menghilangkan zat anti nutrisi, meningkatkan zat nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh ternak dan palatabilitas atau kesukaan ternak.

Hal itu terungkap dari serangkaian kegiatan tim pengabdian USU yang terdiri dari Dr. Nurjama’yah Br. Ketaren, S.Pt, M.Si, Dr. Usman Budi, S.Pt., M.Si dan Dr. Etti Sartina Siregar, S.Si, M.Si usai menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat, Ahad/Minggu 17 September 2023 sebagai pelaksanaan Pengabdian Program Kemitraan Mono Tahun Reguler (Marsipature Hutanabe) diselenggarakan Lembaga Pengabdian Masyarakat USU 2023.

Kegiatan tersebut turut mengikut sertakan mahasiswa program studi peternakan USU yaitu Sulistio Wiranda , M Yeremia Dony M, Chandra Warsa Panjaitan dan Erikson Edoardo LumbanTobing

Diketahui tim, permasalahan utama peternak adalah belum memiliki pengetahuan tentang pentingnya pakan yang berkualitas dan bibit unggul untuk meningkatkan produksi dan produktifitas ternak. Peternak selama ini hanya mengenal rumput sebagai pakan utama dan satu-satunya untuk ternak.

Kelangkaan rumput diakibatkan lahan padang rumput yang semakin sempit menyebabkan peternak kesulitan menyediakan rumput untuk ternaknya. Karena itu, peternak perlu diberikan pelatihan tentang pemanfaatan limbah-limbah pertanian dan agro industri yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Pemberian pakan yang berkualitas akan berpengaruh pada produktifitas ternak. Produktifitas ternak merupakan produksi yang optimal dihasilkan dari usaha pemeliharaan ternak.

Dalam usaha pemeliharaan ternak biaya pakan menyerap 70-80% dari biaya produksi. Oleh sebab itu peternak perlu memahami pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi ternak. Beberapa jenis limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk ternak adalah limbah biomassa tanaman ubi kayu, limbah tanaman jagung, jerami padi dan sebagainya.

Selain limbah pertanian, peternak juga dapat memanfaatkan limbah agro industri sebagai pakan ternak seperti limbah ampas tahu, dedak, molases dan sebagainya.

Peternak belum memiliki pengetahuan tentang pentingnya kualitas bibit dan pakan dalam mendukung peningkatan usaha ternak khususnya dalam menghasilkan produksi yang optimal dari domba berupa produksi daging.
Penyediaan pakan berkualitas merupakan hal yang sulit untuk dipenuhi peternak karena semakin sempitnya padang rumput akibat meningkatnya pembangunan dan pemukiman penduduk. Selain itu lahan pertanian juga semakin sempit dan terjadi alih fungsi lahan dimana lahan pertanian yang dulunya ditanami dengan tanaman padi atau tanaman pertanian lainnya sekarang sudah berubah menjadi lahan sawit. Hal ini diperparah lagi dengan kondisi musim kemarau yang panjang dan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan peternak untuk mengolah limbah tanaman sawit tersebut sebagai potensi lokal untuk pakan ternak.

Selain itu peternak juga belum mengenal jenis-jenis limbah pertanian dan perkebunan yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Teknologi pembuatan pakan silase biomassa tanaman ubi kayu merupakan pemanfaatan limbah tanaman ubi kayu dengan teknologi fermentasi diyakini akan meningkatkan kualitas pakan dan umur simpan.

Ubi kayu merupakan bahan pangan sumber karbohidrat sebesar 54,20%. Silase merupakan awetan basah segar yan disimpan dalam kondisi anaerob. Pada suasana tersebut akan mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob dan pembentukan asam laktat. Asam laktat dihasilkan dari Mikro Organisme Lokal (MOL)yang ditambahkan pada saat pembuatan pakan fermentasi. Mikroba ini akan membantu merombak senyawa kompleks pada pakan menjadi lebih sederhana dan mudah diserap oleh tubuh ternak.

Sebagai akademisi Perguruan Tinggi, tim pengabdian masyarakat USU ikut serta mencari solusinya terutama terkait aplikasi dari pendidikan atau pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menjadi salah satu kegiatan USU dalam menerapkan perannya di tengah masyarakat. Tim pelaksana mengambil peran sebagai penyuluh atau inovator yang diharapkan dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi para peternak sehingga produktifitas usahanya meningkat.

Salah satu solusi yang dilakukan tim adalah memberikan pelatihan pembuatan pakan silase biomassa ubi kayu dan pemanfaatan limbah agro industry berupa kulit ubi kayu untuk meningkatkan produktifitasa ternak.

Selain itu juga diberikan pemahaman terkait pemilihan bibit unggul yang berpengaruh terhadap produksi terutama daging. Bibit ternak yang unggul akan penghasilkan pertumbuhan yang optimal jika didukung pakan yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap sesuai kebutuhan ternak.

Keberhasilan usaha peternakan sangat didukung penerapan teknologi budidaya ternak menggunakan bibit unggul, pakan yang berkualitas dan managemen yang baik pula.

Pemberian pakan yang berkualitas merupakan masalah yang sering dihadapi peternak. Karena itu, pemanfaatan potensi lokal dengan memanfaatkan limbah pertanian dan agro industri merupakan upaya pemanfaatan sumberdaya lokal yang menjanjikan.

Limbah-limbah tersebut masih mengandung zat nutrisi yang bermanfaat bagi ternak karena masih mengandung karbohidrat, protein, lemak dan lainnya.

Lokasi pengabdian berada pada lahan perkebunan sawit yang luas sehingga menghasilkan banyak limbah daun dan pelepah sawit yang masih potensial digunakan sebagai pakan ternak.

Desa Talun Kenas berdekatan dengan Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir, dimana terdapat PT Hari Sejahtera Tapioka yang memproduksi tapioka dari ubi kayu. Usaha industri ini menghasilkan limbah tanaman ubi kayu dan kulit ubi kayu.

Peternak yang ada di Desa Talun Kenas sebagaian ada yang mengambil limbah tanaman ubi kayu untuk pakan ternak. Pemberian limbah tanaman ubi kayu itu diberikan dengan cara dilayukan dan hanya sedikit diberikan karena peternak takut ternaknya masuk angin.

Selain itu peternak juga ada menanam tanaman ubi kayu di sekitar kandang ternaknya. Tim pengabdian memberikan leafleat dan buku panduan pembuatan pakan silase biomassa ubi kayu dan prosedur pembuatan pakan fermentasi kepada peternak. Buku panduan tersebut sangat penting sebagai pedoman dalam pembuatan pakan silase biomassa ubi kayu dengan teknologi fermentasi daun, batang dan kulit ubi kayu supaya peternak tidak kesulitan dalam menyediakan rumput untuk ternaknya serta tetap dapat menjaga kesehatan dan produktifitas ternak.

Dengan kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak tentang jenis-jenis limbah pertanian dan agro industri yang dapat digunakan sebagai pakan ternak dengan menggunakan teknologi fermentasi. Teknologi fermentasi yang dimiliki peternak akan membantu peternak untuk menyediakan pakan yang berkualitas bagi ternaknya secara berkesinambungan. Begitu juga dengan pengetahuan manajemen pemeliharaan ternak melalui pemilihan bibit unggul diharapkan dapat memacu kualitas dan produktifitas hasil ternak.

Dalam pelaksanaannya, Tim pengabdian melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi pembuatan pakan silase biomassa ubi kayu dan pemanfaatan limbah agro industri lainnya dengan penggunaan teknologi fermentasi serta berharap kegiatan pengabdian memberi dampak positif terhadap peningkatan produksi dan produktifitas ternak serta dapat menjadi produk unggulan lokal bagi daerah tersebut.*** (Ril/War)

Berita Terkait