25.6 C
Medan
26 February 2024
KORAN MEDAN
Home | Sanusi Pane, Sang Penggerak Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia, Layak Menjadi Pahlawan Nasional
Berita Utama

Sanusi Pane, Sang Penggerak Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia, Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Sekda Provsu Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si foto bersama di acara pembukaan Seminar Nasional Sang Penggerak Bahasa Persatuan Indonesia Mengusung Sanusi Pane Menjadi Pahlawan Nasional.

Medan (Koranmedan.Online) – Sastrawan Pujangga Baru putra kelahiran Muarasipongi Mandailing Natal (dahulu Tapanuli Selatan), Sumatera Utara yang dikenal sebagai sang penggerak bahasa Persatuan Bahasa Indonesia layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Hal itu mengemuka dalam seminar nasional “Mengusung Sanusi Pane Menjadi Pahlawan Nasional” sekaligus peluncuran Produk Pertahanan Bahasa Daerah melalui Cerita Rakyat Sumut dalam tiga bahasa (Indonesia, daerah dan asing) diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sumut di Hotel Le Polonia, Medan, Selasa (23/2/2021).

Hadir di seminar yang dibuka Sekda Provsu Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si itu Kepala Badan Bahasa Kemendikbud Prof. E. Aminuddin Aziz, MA, Ph.D, Kepala Balai Bahasa Provsu Dr. Maryanto, M.Hum, mantan Kepala Balai Bahasa Sumut yang kini Dosen UMN Al-Washliyah Medan H. Syafwan Hadi Umri, Ketua PWI Sumut H. Hermansjah SE, diwakili Zul Anwar Ali Marbun, WKU Pemred Koranmedan.Online, dan undangan lainnya.

Tampil sebagai narasumber Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof. Dr. Asvi Warman Adam, Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kemensos RI Drs. Joko Irianto, M.Si, Pembina Komunitas Jawa Kuno Sutasoma-Museum Majapahit) Aang Nugroho Pambudi, Pakar Sastra/Guru Besar Universitas Paramadina Prof. Dr. Abdul Hadi, W.M.

Juga tampil sebagai narasumber Direktur Utama PT. Balai Pustaka Dr. Ir. Achmad Fachrodji, Pendidik Senior yang juga Ketua PGRI Sumut Drs. Abdul Rahman Siregar, Kepala LKBN Antara Biro Sumut Riza Mulyadi dengan topik “Jejak Ketokohan Sanusi Pane dalam bidang Pers dan Jurnalistik”, dan Asredpel Republika.com Priyantono Oemar dengan topik “Jejak Pergerakan Sanusi Pane pada Masa Awal Bahasa Indonesia”.

Menurut moderator yang juga penelaah seminar Suyadi, M.Si, hasil seminar akan direkomendasikan sebagai acuan persyaratan pengusulan Sanusi Pane menjadi Pahlawan Nasional.

Sebelumnya, kata Suyadi, Balai Bahasa beberapa waktu lalu juga menggelar Wicara Nasional bahasa dan kemandirian bangsa menjalin Indonesia dari Sumatera Utara melalui titik nol Barus. Salah satu kesimpulan yang dihasilkan yakni Bahasa Melayu Barus sebagai aset yang tidak ternilai harganya direkomendasikan agar keberadaan bahasa Melayu Barus tersebut dilakukan pengkajian dan pemasyarakatan guna menjadikan Melayu Lingua Franca sebagai cikal-bakal bahasa Indonesia.

“Topik Bahasa Melayu Pesisir Barus berbasis syair-syair Hamzah Al-Fansuri, juga menarik untuk diseminarkan,” ujar Suyadi San. *** (Zul Marbun)

 

Berita Terkait