25.6 C
Medan
26 February 2024
KORAN MEDAN
Home | Pj Gubsu Tandatangani Renja Pembangunan BRT Mebidang Rp 1,9 Triliun
Laporan Khusus

Pj Gubsu Tandatangani Renja Pembangunan BRT Mebidang Rp 1,9 Triliun

Pj Gubsu Tandatangani Renja Pembangunan BRT Mebidang Rp 1,9 Triliun

MEDAN: koranmedan.com

Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Hassanudin menandatangani Pembaharuan Working Level Agreement (WLA) Bus Rapid Transit (BRT) Medan Binjai Deliserdang (Mebidang), yang pembangunannya dibiayai mitra internasional yakni World Bank dan AFD Perancis, dengan biaya Rp 1,9 Triliun.

Penandatanganan Rencana Kerja (Renja) pembangunan BRT Mebidang yang digelar di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman 41 Medan, Senin (16/10/2023) tersebut, merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU pembangunan BRT Mebidang yang dilakukan Januari 2022 lalu.

Penandatanganan WLA dimulai oleh Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Walikota Binjai Amir Hamzah, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh dan diakhiri tandatangan Pj Gubsu Hassnauddin.

Pj Gubsu Hassanudin mengatakan, proyek ini merupakan percontohan nasional, dukungan World Bank untuk proyek Mass Transit (Mastrans) di Indonesia, sekaligus target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2018-2023.

Pada tahun 2024, proyek ini akan memasuki tahap konstruksi koridor, halte, depo, perangkat IT dan pengadaan bus. “Proses Data Flow Diagram (DFD) selesai Januari 2024, BRT Mebidang lintasannya 21 km, dedicated link dengan halte besar 31 halte, memiliki 17 rute menjangkau Medan, Binjai dan Deliserdang dengan 515 bus, dukungan depo, halte, jalur khusus ITS bus dengan anggaran Rp 1,9 triliun,” jelasnya.

Pj Gubsu Hassanudin berharap, kesepakatan yang telah ditandatangani nantinya menjadi pedoman para pihak terkait untuk mengimplementasikan Masstrans Mebidang, sekaligus untuk mewujudkan transportasi yang lebih baik di masa depan.

Ditegaskan Pj Gubsu, para OPD yang terkait harus mempersiapkan dokumen secara detail, mulai dari perencanaan, kelembagaan perizinan, SDM, pengawasan hingga pemeliharaan. “Saya harapkan seluruh pemangku kepentingan dalam WLA bisa bersinergi dan berkolaborasi, sehingga pembangunan BRT Mebidang ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumut,” harapnya,

Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh mengatakan, pembangunan BRT Mebidang merupakan langkah lanjutan untuk layanan publik yang lebih baik di kawasan metropolitan Medan.

Langkah tersebut dimulai dari stimulan angkutan umum yang diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan melalui 5 Koridor Teman Bus, dengan nama Layanan Trans Metro Deli di Medan sejak akhir 2000. “Teman Bus terbukti masih menjadi andalan banyak masyarakat Medan yang memerlukan sarana transportasi yang aman, nyaman, serta terjangkau,” ujarnya.

Dikatakan Amirulloh, dalam rangka percepatan pembangunan dan pengelolaan BRT di kawasan Mebidang maka diharapkan anggaran pembangunan fisik yang telah tersedia dapat direspon dengan komitmen anggaran oleh pemangku kepentingan di wilayah tersebut.

Dalam rencana kerja ini, kata Amirulloh juga terdapat komitmen konkret bagi para pihak, khususnya pemerintah daerah untuk menerima aset, mengoperasikan layanan serta mengembangkan layanan. “Kami harapkan kita semua dapat ikut berperan mewujudkan angkutan umum massal yang berkualitas untuk bangsa Indonesia khususnya masyarakat di kawasan Mebidang,” harapnya.

Turut hadir di kesempatan itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas Sitorus, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Sumut Hasmirizal Lubis, Kepala Dinas Perhubungan Sumut Agustinus Panjaitan, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis.*** (Zulmar)

Berita Terkait