
Drs. M. Achir Lubis
Medan (Koranmedan.Online) – “Hendaklah kamu menggunakan dua macam obat yaitu Al-Qur’an dan Madu”, Hadist Riwayat Ibnu Majah.
Hadist shahih ini menjadi kalimat pembuka perbincangan Koranmedan.Online
dengan Ketua Pusat Pendidikan, Pelatihan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pusdiklat Iptek) Lebah Madu Sekolah Bina Bersaudara Drs. M. Achir Lubis, Rabu (17/2/2021) di ruang kerjanya Jalan Ringroad AH Nasution/Underpas Atas No.10 Titikuning, Medan.
Di sisi lain dijelaskan Achir Lubis, Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih mewabah di seluruh dunia sesungguhnya dapat dilawan dengan meminum madu nectar secara rutin. Caranya minum 1 sendok makan madu nectar setiap kali bangun tidur di pagi hari sebelum sarapan dalam keadaan perut kosong. Tapi usahakan menjelang tidur malam selalu menggosok gigi atau bersiwak.
Hal ini diutarakan Achir Lubis yang juga pengelola Klinik Penyembuhan Alami Sekolah Bina Bersaudara Titikuning melanjutkan perbincangan.
Agar madu nectar yang dikonsumsi setiap pagi semakin berkhasiat, kata Achir Lubis, disarankan supaya memakan buah-buahan terlebih dahulu sebelum sarapan seperti pepaya atau pisang kepok rebus. “Ini perlu untuk memaksimalkan kinerja lambung sehingga lancar saat membuang kotoran,” kata Lubis yang sudah 30 tahun membuka Klinik Penyembuhan Alami di Komplek Sekolah Bina Bersaudara yang dikelolanya.
Terapi lambung ini menjadi ketentuan wajib dalam menjalani pengobatan di kliniknya. Setelah meminum madu nectar dan makan buah. Langkah selanjutnya yang harus dipatuhi pasien adalah tidak merokok, menghindari makanan dan minuman yang mengandung penyedap rasa dan bahan pengawet. “Dalam bahasa Al-Qur’an lazim disebut Qulu washrobu halalan thoyyiban, makanlah makanan yang halal lagi baik. Insha Allah kita akan sehat wal afiat,” kata Achir Lubis.
Agar kesehatan lebih maksimal lagi, imbuh Lubis, sedapat mungkin kita dapat meneladani pola hidup Rasulullah Muhammad SAW yakni beliau makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Dalam riwayat yang lain disebutkan, Nabi dan para sahabat, makan dan minum untuk sekedar dapat menegakkan punggung sehingga kuat dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.
Ragam keluhan penyakit yang biasa ditangani Pak Lubis antara lain Sakit Lambung, Diabetes, Impoten, Mandul/tidak punya keturunan, Asam Urat, Rematik, Alergi, Osteoporosis, Jantung, Lever, Katarak, Prostat, Sariawan, Varises, Varikokel, Asma, Ambeien, Kanker, Insomnia, Lemah Stamina, Kolesterol, Darah Tinggi/Rendah, Batuk, terapi kecantikan kulit/wajah dan lain-lain termasuk Anti Covid-19.
Khusus terapi Anti Covid-19, kata Lubis, tetap menggunakan madu nectar sebagai media utama.
Kenapa harus madu nectar? Karena penggunaan madu nectar, kata Lubis, sudah digaransi Allah SWT sebagai penyembuh (syifa) sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat An-Nahal ayat 68-69.
“Ini juga diperkuat hasil riset ahli dari Universitas Colorado Amerika Serikat Dr. FG Sakeyt yang membuktikan bahwa virus yang dimasukkan ke dalam Madu Nectar, mati dalam tempo 24 jam,” papar Lubis yang juga Pembina Pramuka bersertifikat Kwartir Nasional.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penangan langsung penyembuhan penyakit dari Ketua Pusdiklat Iptek Lebah Madu Drs. M. Achir Lubis dapat mendatangi langsung Klinik Penyembuhan Alami Sekolah Bina Bersaudara Titikuning Medan. Posisi alamat dapat dilihat di Google Map. Jam praktek setiap hari kerja mulai pukul 07 pagi hingga pukul 17.00 WIB. Khusus hari Minggu ditangani oleh Zulhadi, putra Drs. M. Achir Lubis.*** (Zul Marbun)
