
JAKARTA (Koranmedan.Online) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut kembali debut emiten BRIS sebagai entitas baru gabungan tiga bank yakni PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. Direktur Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi menyampaikan BEI menyambut baik penggabungan ketiga bank anak usaha BUMN itu.
“Kehadiran BSI di bursa diharapkan dapat memperkuat kapitalisasi saham syariah Indonesia,” katanya dalam Debut BSI di BEI saat pembukaan perdagangan saham, Kamis (4/2/2021).
BSI dengan kode saham BRIS termasuk salah satu dari 10 saham syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar dari seluruh saham syariah yang tercatat. Sehingga BRIS jadi pilihan investasi yang menarik bagi investor.
Kehadiran BSI memberikan harapan besar dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah nasional. Termasuk penguatan aset dan kapitalisasi pada saham syariah.
Inarno melaporkan, pasar modal syariah masih mencatat pertumbuhan yang positif. Jumlah saham syariah naik 33 persen dari 318 saham syariah di akhir 2015 jadi 426 saham syariah per 22 Januari 2021.
Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Syariah Indonesia sudah memiliki modal yang kuat untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini mengingat hasil merger PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah memiliki aset Rp 214,6 triliun dengan modal inti Rp 20,4 triliun.
“BSI sudah cukup permodalannya, apalagi hasil merger,” ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, ketika dihubungi wartawan, beberapa waktu lalu.
Terpisah, Sejumlah tokoh Islam menyampaikan pesan untuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai entitas baru yang dipercaya bisa menjadi pintu masuk bangkitnya perekonomian syariah di Indonesia.
Ketua MUI pusat KH Miftachul Akhyar menyebut, konsolidasi bank syariah milik negara merupakan wujud persatuan dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Pembentukan BSI merupakan wujud kemuliaan dalam ekonomi syariah nasional. Bank menyatu dalam persaingan positif untuk memberikan manfaat sekaligus ikut membangun negeri.
“Ada pepatah Arab yang berbunyi persatuan itu ibarat satu lidi menjadi satu yang dapat menjadi kekuatan prima ketika menyatu. Kalau sendiri-sendiri itu adalah perpecahan dan kelemahan,” kata Kiai Miftachul dalam keterangannya.
Pandangan lain dikemukakan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini. Menurutnya, BSI membawa angin segar untuk menumbuhkan ekonomi keumatan di Indonesia. Ia berpesan agar ke depannya BSI bisa menjadi tempat bagi pelaku UMKM untuk mendapat pembiayaan yang terjangkau.
“Dengan merger ini masalah unemployment yang sekarang bertambah, dan orang yang dirumahkan, harus ada formula dari bank syariah untuk model pemberdayaan bagi mereka,” kata Helmy.*** (Net/Hasbi Kausar)
