
Oleh: Zul Marbun, WKU
(Koranmedan.Online)
Dari Tsauban, ia berkata bahwa telah bersabda Rasulullah SAW: “Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang lapar menghadapi meja penuh hidangan.” Seseorang bertanya “apa saat itu kita sedikit?” jawab beliau “bahkan saat itu kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di laut. Allah akan cabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit wahn dalam hatimu.” Seseorang bertanya “Ya Rasulullah ap aitu wahn?” beliau menjawab “cinta dunia dan takut mati” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).
Dalam catatan perawi Hadist yang lain disebutkan, Rasulullah SAW bersabda “Umatku akan ditimpa penyakit yang pernah menimpa umat terdahulu”. Sahabat bertanya, “apakah penyakit umat terdahulu itu” beliau menjawab “penyakit itu terlalu banyak seronok, terlalu mewah, menghimpun harta sebanyak mungkin, tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, saling memarahi, hasut-menghasut sehingga jadi zalim menzalimi.” (HR. Al-Hakim).
Penyakit Al-Wahn atau cinta dunia yang disebutkan Rasulullah SAW ini telah banyak kita lihat di kalangan masyarakat muslim hari ini. Disana sini kita melihat penyakit ini merebak dan menular dalam masyarakat dengan ganasnya. Dunia Islam dilanda krisis rohani yang sangat tajam dan meruncing.
Dengan kekosongan rohani itulah mereka mencari dan menimbun harta benda sebanyak-banyaknya untuk memuaskan hawa nafsu. Maka apabila hawa nafsu diperturutkan tentunya mereka terpaksa menggunakan segala macam cara dan tipu daya. Pada saat itu, hilanglah nilai akhlak dan yang terwujud hanyalah kecurangan, khianat, hasul-menghasut dan sebagainya.
Semoga kita dapat menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah ladang amal shalih bukan ladang hawa nafsu. “Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah,” Qur’an Surat Az-Zariat ayat 6.
Semoga bermanfaat. Nun walqalami wama yashturuun. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.***
