Jembatan Selat Sunda Diambang Mata
PT Bangungraha Sejahtera Mulia, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Artha Graha Network (AGN) telah menyelesaikan Pra Study Kelayakan Pembangunan Jembatan Selat Sunda. Direncanakan mereka akan menyerahkan hasilnya kepada Pemprov Banten dan Lampung dalam waktu dekat.
Penyerahan hasil pra study kelayakan pembangunan Jembatan Selat Sunda ini, merupakan perwujudan dari Memorandum of Agreement, yang disepakati ketiga pihak, yaitu Pemprov Banten, Pemda Lampung, serta Artha Graha Network pada tangga 3 oktober 2007 lalu.
Penyerahan berkas Pra Study Kelayakan Jembatan Selat Sunda ini akan dilaksanakan dalam suatu acara khusus di hotel Borobudur Jakarta, Kamis (13/8) mendatang. Dalam acara ini diharapkan hadir beberapa Menteri kabinet Indonesia Bersatu, para Duta Besar Negara Sahabat di Jakarta, Gubernur se-Sumatera dan Jawa, Para Direksi BUMN , kalangan akademisi, dan professional.
Hasil Pra Study Kelayakan ini setelah diterima oleh Gubernur Banten dan Lampung, langsung diserahkan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini diwakili Menteri Negara/Kepala Bapenas Paskah Susetta. Dengan demikian tahap awal rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda diharapkan dapat dimulai. Jembatan ini akan menjadi salah satu jembatan terpanjang di dunia dengan panjang mencapai sekitar 30 kilometer, dan menjadi penghubung antara pulau Jawa dan Sumatera.
Keberadaan Jembatan Selat Sunda diyakini banyak pihak akan membawa dampak positif bagi perkembangan perekonomian, tidak hanya bagi rakyat Jawa dan Sumatera, namun juga bagi bangsa Indonesia secara Keseluruhan.
Selama ini urat nadi perekonomian antar Jawa dan Sumatera hanya dilayani oleh Kapal Feri antar pulau, yang kapasitasnya terbatas. Sementara pada sisi lain, jumlah penduduk pulau Jawa dan Sumatera, yang mencakup lebih kurang 80 persen populasi Indonesia, menuntut adanya mobilitas tinggi guna mengimbangi mobilitas pertumbuhan ekonomi kedua pulau.
Proyek Impian.
Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda, pada dasarnya merupakan proyek yang yang sudah sejak lama diidam-idamkan. Ide penyatuan pulau Jawa dan pulau Sumatera ini sudah direncanakan sejak pemerintahan Sukarno. Tapi rencana tersebut tidak pernah berhasil membuahkan suatu studi kelayakan. Baru di era pemerintahan Suharto pada tahun l986, diwujudkan suatu studi kelayakan atas rencana pembuatan jembatan ini.
Studi kelayakan ini dibuat oleh perusahaan Tri Nusa Bimasakti dengan bekerja sama Bappenas, BPPT, Departemen Pekerjaan Umum serta melibatkan pihak JICA (Jepang). Dari hasil studi kelayakan itu kemudian ditransfer oleh para Gubernur se-Sumatera yang dalam pertemuan mereka di Pulau Lagoi Batam pada akhir tahun 2000 menyatakan perlunya suatu sarana infrastruktur penyambung pulau jawa dan Sumatera. Namun pada saat itu belum disepakati ide penyatuan kedua pulau ini apakah melalui sebuah terowongan atau jembatan.
Pada pertemuan para gubernur se Jawa-Bali-NTB dan Lampung ide pembuatan infrastruktur ini kembali bergulir dalam bentuk pembuatan terowongan bawah laut. Namun hingga 2003, rencana tersebut tidak pernah terwujud tanpa alasan yang jelas.
Pada tahun 2004, Gubernur Banten dan Lampung kembali memprakarsai ide penyatuan kedua pulau dengan mengundang pemerintah pusat dan pengusaha swasta nasional melaksanakan studi pembangunan infrastruktur tersebut’
Undangan ini ditanggapi serius oleh PT Bangungraha Sejahtera Mulia dengan menyertakan Prof Dr Wiratman Wangsadipradja yang sudah sejak tahun l997 melakukan studi mengenai model dan teknologi masa kini tentang jembantan panjang. Guru besar ITB ini terinspirasi untuk melancarkan rencana pembangunan jembatan Selat Sunda dengan mengambil contoh pembangunan jembatan di Selat Meisina Italia .
Pada 3 Oktober 2007, rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda menemui titik terang, menyusul ditandatanganinya MoA antara Pemda Banten dan Lampung dengan Artha Graha Network bersama-sama Prof Dr Wiratman Wangsadipraja guna melaksanakan tahapan pra study kelayakan pembangunan jembatan tersebut.
Penandatangan MoA ini mendapat dukungan pula dari Badan Koordinasi DPRD seluruh Indonesia maupun DPRD se-Jawa-Sumatera. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dukungannya membangun jembatan terpanjang ini sebagaimana disampaikan ketika bertemu dengan para pemimpin redaksi Group Jawa Pos di Surabaya, 3 Oktober 2007.
Kini Pembangunan Jembatan Selat Sunda sudah melewati tahap awal menyusul diserahkannya berkas Pra Study kelayakan Oleh Artha Graha Network kepada Pemprov Banten dan Lampung untuk selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Pusat.
Fase berikutnya dari realisasi pembuatan Jembatan Selat Sunda itu kini tinggal menunggu tahapan selanjutnya dalam bentuk Feasebility Studies, yang akan ditentukan pemerintah Pusat. Dan dari sana, jembatan ini dapat terwujud sebagai cita –cita bangsa sejak dulu kala. Siapapun yang akan ditunjuk oleh Pemerintah Pusat untuk membangun jembatan ini, bagi Artha Graha Netwok tidak menjadi masalah. Yang penting jembatan ini dapat direalisir pembangunannya.
Cita-cita Bangsa
Seperti diketahui,usaha bangsa Indonesia untuk mencapai Persatuan Bangsa, Kesatuan Negara dan Keutuhan Nusantara telah melewati waktu yang sangat panjang sejak Kebangkitan Nasional tahun 1908. Bahkan sejak zaman Majapahit pada abad ke 14,Mahapatih Gajah Mada dengan sumpah Amukti Palapa-nya berupaya keras untuk mempersatukan wilayah Nusantara.
Dan pada tahun 1928 para pemuda dari berbagai bagian wilayah Indonesia mengikrarkan Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia . Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ,berbeda-beda tetapi tetap satu menjadi semboyan Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus l945.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai cita-cita untuk bersatu padu menjadi Negara dan bangsa yang besar. Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia .
Salah satu faktor dari sulitnya mencapai Persatuan Bangsa dan Kesatuan Negara tersebut adalah komposisi geografis Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang diselingi dan dikelilingi oleh laut-laut yang luas. Cita-cita besar yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia sejak l960 untuk mencapai Persatuan Bangsa, Kesatuan Negara dan Keutuhan Nusantara adalah membangun infrastruktur yang menghubungkan Sumatera-Jawa-Bali.
Saat ini salah satu bagian dari cita-cita tersebut telah tercapai dengan diresmikannya pengoperasian Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Cita-cita besar bangsa Indonesia akan lengkap terwujud dengan dibangun dan dioperasikannya Jembatan Selat Sunda. Jembatan ini akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera dan akan membawa manfaat yang luar biasa bagi Bangsa Indonesia. ***



Buy:Zocor.Acomplia.Cozaar.Seroquel.Female Cialis.Lasix.Advair.Benicar.Lipothin.Female Pink Viagra.Buspar.Lipitor.Nymphomax.Prozac.SleepWell.Aricept.Amoxicillin.Wellbutrin SR.Ventolin.Zetia….